Fitur ‘Forward’ WhatsApp: Upaya Baru Menangkal Hoaks

Fitur Forward WhatsApp Upaya Baru Menangkal Hoaks
By Mixo

WhatsApp baru-baru ini meluncurkan fitur baru yang dirancang untuk membantu para pengguna mengidentifikasi sumber informasi yang mereka terima pada aplikasi perpesanan tersebut. Untuk pertama kalinya, pesan yang diteruskan di WhatsAppakan mencakup indicator yang menandai pesan tersebut sebagai peesan yang diteruskan.

Ini mungkin perubahan yang kecil bagi platform perpesanan tersebut, tapi bisa saja menjadi pembawa perubahan yang besar terutama dalam cara orang-orang mengirimkan informasi, terutama konten yang dianggap viral, melalui aplikasi perpesanan tersebut. Bahkan informasi yang diteruskan dari sumber-sumber dunia maya, seperti Indonesia bettingtop10, akan dapat dengan mudah diidentifikasi berkat tanda ini.

Fitur ini sendiri baru tersedia dalam versi terbaru WhatsApp, yang menandai pesan yang diteruskan dengan tanda ‘Forwarded’. Meski begitu, tanda yang muncul masih berupa tulisan miring berwarna keabuan yang dapat dengan mudah terlewatkan di bagian atas konten.

forward whatsapp

Fitur ini sendiri dimaksudkan sebagai upaya untuk mengontrol tersebarnya informasi viral yang tidak benar, yang belakangan menjadi masalah sosial di beberapa negara, termasuk Indonesia dan India. Informasi yang tidak benar diduga telah menjadi dalang terciptanya perasaan negative yang tersebar di lingkungan masyarakat. Di beberapa tempat, informasi bohong semacam ini bahkan diduga telah memicu tindakan kriminal, seperti penculikan anak-anak.

Bukan hanya WhatsApp, informasi bohong semacam ini juga menyebar melalui sosial media lain seperti Facebook dan Instagram. Oleh karena itu, sebagai induk perusahaan yang menaungi 3 media sosial besar: Facebook, Instagram, dan WhatsApp, Facebook memutuskan untuk mengembangkan teknologi yang diterapkan pada WhatsApp.

Sebagai salah satu aplikasi sosial media yang kerap digunakan untuk saling berbagii informasi, WhatsApp mengajak para penggunanya untuk berhati-hati dalam meneruskan pesan, terutama pesan yang tidak dapat mereka pertanggungjawabkan kebenarannya. Pesan-pesan yang tidak dapat dipastikan kebenarannya tersebut dapat dengan mudah menjadi informasi palsu dan dapat memicu insiden di tengah masyarakat.

Selain itu, pemerintah Indonesia sebagai regulator di wilayah Indonesia, juga meminta kepada kita untuk bijak dan hati-hati dalam menggunakan media sosial. Media sosial sudah sepantasnya menjadi ajang untuk saling berbagi informasi yang berguna dan positif, bukannya informasi yang merugikan atau menjelekkan orang lain serta tidak dapat dipertanggungjawabkan. Penggunaan media sosial yang bijak seperti WhatsApp haruslah dilakukan agar tidak ada yang dirugikan setiap kali kita menggunakannya.